Kematian Menurut Agama Hindu
Kematian
Menurut Agama Hindu
Kematian dan setelah Kematian dalam agama
Hindu. Kegelapan (awidya) akan dialami oleh mereka yang
kebodohan dan Widya (Pencerahan) bagi orang-orang memiliki pengetahuan.
Hindu percaya pada kelahiran kembali dan reinkarnasi dari jiwa (atman). Jiwa
yang abadi dan langgeng. Jiwa seseorang selama hidupnya akan mengalami suka dan
duka serta dipengaruhi oleh hukum karma. Oleh karena itu kematian bukanlah
bencana besar, bukan akhir dari semua, tapi sebuah proses alami dari sang Jiwa
(atman) yang kemudian kembali lagi ke bumi untuk melanjutkan perjalanannya.
Dalam agama
Hindu, Jiwa (atman) adalah kekal tidak mengalami kematian, dia abadi. Kematian
hanya dialami oleh badan fisik ini. Kematian adalah penghentian sementara
aktivitas fisik dan merupakan sarana bagi sang atman untuk meningkatkan
tingkatannya lalu kemudian lahir kembali dalam badan yang lain. Seperti halnya
ketika kita berganti baju dari baju yang sudah usang menuju baju yang baru.
Kelahiran di dunia ini merupakan tempat bagi sang jiwa (atma) untuk melakukan
instrospeksi diri. Oleh karena itu jiwa harus lahir lagi dan lagi sampai
mengatasi Maya, mencapai keadaan keseimbangan dan menyadari asal usulnya.
Ketika seseorang meninggal, jiwanya bersama dengan sisa-sisa karma (karma
wasana) meninggalkan tubuh melalui sebuah lubang di kepala dan pergi ke dunia
lain dan kembali lagi setelah menghabiskan beberapa waktu di sana. Apa yang
terjadi setelah jiwa meninggalkan tubuh dan sebelum reinkarnasi lagi adalah
misteri besar.
Komentar
Posting Komentar